"Dalam satu waktu"
Cerita Pejalan-Dalam Satu Waktu
Halloo teman-teman cerita pejalan, Kembali lagi bersama saya di cerita tentang perjalanan...
Kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya Dalam satu waktu...
Provinsi Bengkulu memiliki gunung api yang bernama Bukit kaba, Bukit kaba terletak di Kabupaten Rejang Lebong, Tepatnya di desa sumber urip.
Bukit kaba memiliki potensi wisata alam yang sanggat indah bagi saya, sebab saya menemukan kepuasan jiwa tersendiri jika berada di bukit kaba , Dengan ketinggian mencapai 1953MDPL Bukit kaba mempunyai dua kawah, yaitu kawah hidup dan kawah mati.
Selain itu di kawasan bukit kaba terdapat juga wisata air panas, jadi jika kesana kita dapat merasakan bagaimana hangatnya air ketika berada di tempat yang sangat sejuk.
Saya biasanya setelah turun dari puncak bukit kaba tidak pernah lupa untuk mampir ke wisata air panas, sebab bagi saya air panas tersebut menjadi salah satu pengobat lelahnya kaki saat turun dari puncak bukit kaba, (bisa dibilang ngadem ya, heheheh).
Selain itu juga disana sudah beberapa tahun ini pihak pengelolah mengadakan lomba lintas alam.
Pada tahun 2018 ini tepat nya bulan November (saya lupa tanggal nya) kami penggiat alam Bengkulu mendapat informasi bahwa pihak pengelolah bukit kaba akan mengadakan lomba lagi, Untuk lomba kali ini bukan hanya lintas alam, tetapi ada juga lomba foto wisata Bukit kaba dan Pemilihan duta bukit kaba.
Karena melihat tanggal akan diadakanan nya festival bukit kaba sudah dekat saya langsung memberi informasi kepada teman-teman saya yang ada di Kota Bengkulu.
Saat itu sangat disayangkan organisasi saya tidak dapat mengikuti perlombaan karena bentrok jadwal dengan kegiatan lain.
Lalu setelah beberapa hari kemudian saya mendapat pesan WhatsaApp dari teman yang sudah sangat dekat dengan saya yaitu yuresta, Yuresta memberikan kabar baik karena dia telah lolos masuk 10 besar pemilihan duta bukit kaba, disitu saya sangat bangga sekali walaupun saya merasa tertipu, Sebab saya dan yuresta pada saat mendapat informasi akan diadakan nya pemilihan duta Bukit kaba kami saling mendukung dan mendorong untuk ikut, dan disana kami saling mengalah dan ingin menjadi pendukung saja nantinya, tetapi tiba-tiba dia sudah menunjukkan hasil bahwa dia telah masuk 10 besar. (disana saya merasakan bagaimana rasanya tertipu dalam kebanggaan,hehehe).
Dari sepuluh pasang finalis duta bukit kaba saya melihat juga ada nama teman saya yaitu melly hartati, saat melihat itu saya merasa tertipu juga seperti saya tertipu oleh yuresta, sebab saya dan melly juga sama hal nya seperti saya sama yuresta, Ingin menjadi pendukung saja dan tidak ingin mengikuti pemilihan duta bukit kaba tersebut. (saya merasakan tertipu dalam kebanggaan untuk kedua kalinya)
Walaupun begitu tetapi saya sangat bangga dengan mereka berdua.
Seiring berjalan nya waktu festival bukit kaba akan berlangsung. Dan saya, melly dan yurest tetap saling komunikasi seperti biasanya,
Dua hari sebelum festival bukit kaba berlangsung saya sudah meluncur ke bukit kaba untuk memberikan dukungan kepada kedua teman saya menggunakan sepeda motor, dan pada saat itu saya hanya pergi sendiri.
Dalam perjalanan saya melihat gumpalan asap hitam yang tebal keluar dari cerobong asap pabrik, Saat itu di daerah Bengkulu tengah, tepat nya di desa talang empat.
Karena saya baru pertama kali melihat asap hitam seperti itu keluar dari cerobong asap pabrik yang ada di Bengkulu saya memutuskan untuk berhenti dan mengambil gambar serta vidio untuk mengabadikan keindahan nya.
Sesaat saya merekam moment tersebut melintaslah seorang ibu-ibu dan mengatakan "liput aja om", disana saya merasa menjadi wartawan dadakan π, Setelah saya merekam moment tersebut saya melanjuti perjalanan menuju Kabupaten Rejang Lebong.
Sesampai saya di rumah saudara angkat, lalu saya beristirahat dan mengingat lagi keindahan yang saya lihat tadi.
Saya berfikir, Bengkulu Tengah kaya akan udara segar alami yg berasal dari pepohonan dan tumbuhan lain nya.
Sangat disayangkan jika masyarakat sekitar terutama anak kecil kehilangan udara segar alami tersebut karena adanya asap tebal mengepul di udara (polusiπ).
Pada malam itu karena saya suka menulis saya membuka facebook dan iseng-iseng menulis cerita singkat tentang apa yang saya temui dan saya rekam tadi, lalu saya upload ke akun pribadi saya.
Setelah menulis dan saya sudah lelah diperjalanan tadi siang lalu saya memutuskan untuk tidur hingga mentari pagi menyambut dengan kesejukan.
Seperti biasanya bangun pagi saya langsung cek handphone dan tiba-tiba saya melihat di salah satu media online tentang asap pabrik yang kemarin saya lihat dan tadi malam saya ceritakan di facebook, ternyata menurut berita media online tersebut warga sekitar sangat merasakan dampak negatif dan keresahan dari polusi udara tersebut.
Pada hari itu saya dan kakak saya yang berada di Rejang Lebong sudah bersiap untuk datang ke festival bukit kaba, ternyata adik dari kakak saya ini juga lolos sepuluh besar duta bukit kaba, dan Itu sangat membanggakan.
Hari sudah menunjukkan pukul 16.30 lalu kami memutuskan untuk berangkat ke lokasi festival bukit kaba, disana kami mendirikan tenda dan camping layaknya diatas gunung (sebab suasana nya hampir sama walaupun hanya di kaki gunung π).
Siang dan malam telah berlalu dengan keceriaan lalu tiba lah malam festival bukit kaba, dimalam itu saya menyaksikan kedua teman sama dan satu adik dari kakak saya denga rasa bangga yang mendalam karena mereka telah terpilih menjadi duta bukit kaba dari sekian banyak nya peserta yang mengikuti pemilihan.
Setelah berlangsung nya dan menyaksikan penampilan sepuluh pasang finalis duta bukit kaba tadi kami memutuskan untuk kembali lagi ke tenda dan tidur karena besok bersiap untuk pulang.....
Pagi telah tiba kedua teman saya yurest dan melly memutuskan untuk pulang bersama kami, setelah kami pulang ke rumah kakak tempat biasanya kami tinggal jika ke Kabupaten Rejang Lebong kami memutuskan untuk berwisata ke salah satu air terjun yang ada di Kabupaten Rejang lebong, yaitu curug papat.
Curug yang sangat indah ini berjarak tempuh sekita 30 menit dari pusat Kabupaten Rejang lebong, dengan perjalanan yang cukup jauh akhir nya kami tiba di salah satu rumah tempat penitipan kendaraan, rumah tersebut kira-kira berada sejauh 1km dari curug papat, tidak jauh dari tempat penitipan kendaraan tetapi jalan menuju curug tersebut sangat terjal dan licin karena baru saja hujan.
Bertemunya saya dengan curug papat ada kepuasan jiwa tersendiri yang saya rasakan, Hasil dari perjalanan pada hari itu sangat tidak mengecewakan karena begitu indah nya curug papat dengan kealamian yang masih sangat terasa.
Di curug papat kamera tidak akan terlupakan untuk mengabadikan keindahan tersebut, dan jika teman-teman berkunjung ke curug papat jangan lupa kondisikan kamera untuk mengambil gambar disana, ehheheπ.
Sedang asik kami bermain air dan foto tiba-tiba air bah muncul, dengan bergesa-gesa kami meninggalkan lokasi curug tersebut untuk mencari tempat aman dan melegahkan hati yang berdebar-debar karena cemas timbul nya air bah.
Ini menjadi pembelajaran juga bagi saya sendiri jika berada di curug, harus tetap hati-hati terhadap datang nya air bah.
Setelah beberapa menit kami istirahat dan melegahkan hati kami yang cemas lalu kami memutuskan untuk naik dan pulang karena waktu sudah sore.
Sesampainya kami di tempat penitipan kendaraan kami langsung pamit kepada pemilik rumah tempat penitipan dan pulang....
Di dalam perjalanan kami diguyur hujan yang cukup deras, sudah pasti sampai ke rumah kami sudah basah kuyup dan kedinginan.
Malam itu saya, yuresta dan melly memutuskan untuk bermalam karena waktu dan cuaca tidak memungkinkan untuk kami pulang ke Kota Bengkulu,
Pagi telah tiba setelah kami bermalam dan beristirahat di rumah salah satu saudara juga yang sering disapa buk rita, pagi itu sangat sejuk dan cerah, dengan segelas kopi dan sebungkus rokok saya memandangi perbukitan yang terlihat dari rumah buk rita, Saya merasakan dan melihat betapa indahnya ciptaan sang maha kuasa saat itu.
Pada hari itu kami harus pulang ke Kota Bengkulu, karena kami hanya mempunyai satu sepeda motor lalu salah satu dari kami sepakat untuk pulang naik travel, yaitu melly, karena melly wanita sendiri dan kondisi kesehatan nya juga sedikit tidak memungkinkan jika naik sepeda motor dengan jarak waktu sekitar 3 jam.
Saat itu waktu sudah menunjukan pukul 12:30 saya dan yuresta memutuskan untuk pulang juga ke Kota Bengkulu....
Setiba di perjalanan kami berbincang timbul lah ide untuk berkunjung ke salah satu curug lagi yang ada di Kabupaten Kepahiang, dan tanpa ragu uresta mengajak saya untuk berkunjung ke curug Terambon, tepat nya di desa despetah Kecamatan hujan mas.
Jarak tempuh dari jalan raya menuju curug terambon sekitar 2km dengan waktu lebih kurang 20 menit, Jalan menuju curug terambon juga lumayan hancur dan sedikit susah untuk dilewati.
Di perjalanan saya dan yuresta bercanda sambil menikmati jalan yang lumayan hancur ini, dengan guyonan curug telah tertutup rumput dan candaan lainya tanpa disadari sampailah kami di curug terambon, ternyata curug terambon ini juga masih sangat alami, sekarang curug yang indah ini sangat jarang sekali orang-orang mengunjungi nya, disana kami tidak akan luput dari kamera, karena tujuan utama singgah ke curug terambon untuk berfoto-foto π.
Setelah asik foto di curug terambon kami memutuskan untuk melanjuti perjalanan pulang ke Kota Bengkulu.
Sesampai di daerah kantor Bupati Kepahiang yuresta mengajak saya bertemu salah satu teman nya yang ada di Kabupaten Kepahiang, tidak lama kami menunggu teman yuresta telah tiba menemui kami.
Rencana sore itu pada pukul 17:20 kami ingin mencari tempat tongkrongan, tetapi kami masih bertanya-tanya lokasi curug yang ada di kepahiang, dan salah satu curug itu berada Sangat dekat dengan lokasi kami saat itu, Tidak kenal waktu kami langsung menuju curug tersebut yaitu curug batu kampit.
Curug batu kampit sangat dekat dengan jalan, hanya berjarak sekitar 150m menurun kita sudah bisa melihat indah nya curug batu kampit, dan disana saya dan yuresta tidak akan lupa dengan kamera yang kami bawa, heheheheheheπ.
Melihat waktu sudah sangat sore kami beranjak ke Pasar Kepahiang untuk mencari tempat nongkrong dan ngobrol, tibalah kami di salah satu tempat tongkrongan yang diberi nama warbol, disana kami menghangatkan tubuh dengan segelas bandrek dan rokok yang tidak pernah tinggal menjadi pembuka inspirasi π.
Asik berbincang waktu sudah menunjukkan pulul 22:00 saya dan yurest pamit dan melanjutkan perjalanan menuju Kota Bengkulu.
Hingga akhirnya kami telah sampai Kota Bengkulu sekitar jam 00:00 dan kami pulang kerumah masing-masing....
*
*
Untuk teman-teman terimakasih telah membaca dan mengunjungi cerita tentang perjalanan saya....
Sampai jumpa di cerita selanjutnya......
Byeee.....
@m.frengki_wijaya




Mantul sanak πππππππππππππ
BalasHapuskeren .. turun naik cerita .. mungkin besok saya baca lagi ... semsngat !
BalasHapusmantep mantepπ
BalasHapusMantap kaliii nih bang ππ
BalasHapus