Menolak lupa "sexy killers"




Ekspedisi biru
*SEXY KILLERS*

Bengkulu, 10 April 2019.

Mengingat tentang film yang di produksi oleh "watch doc", film ini sudah marak terdengar sebelum mendapat undangan dari Bengkulu Volunteering Project untuk nonton bareng di kedai 63 Bengkulu.

Hujan yang sangat deras tidak menjadi penghalang untuk datang menyaksikan film tersebut dan rasa ingin tahu itu sangat besar di film tersebut.

Setelah menonton beberapa menit ternyata film tersebut sangat membuka fikiran tentang ernergi kotor yang tentunya tidak baik untuk manusia, terutama warga sekitar,
Polusi yang dikeluarkan oleh PLTU dengan menggunakan bahan bakar fosil yang sangat membahayakan manusia (BATU BARA).

Dan di pertengahan film itu terselip nama-nama tokoh politik yang ada di Indonesia hingga pasangan capres dan cawapres yang sedang berlaga dalam kontestasi politik tahun 2019.

Sempat salah fokus terhadap film sexy killers, sebab menilai disana ada nama-nama calon wakil presiden dan lain sebagainya.
Membuka pemikiran dari segala tipu daya korposasi dan kekuatan modal yang berada di belakang oligarki partai politik di republik ini.
Juga membongkar fakta-fakta yang selama ini ditutupi oleh para elite politik dan mereka yang sedang berkuasa.

tetapi ternyata itu hanya imajinasi liar saja, ada hal lain yang LEBIH harus kita ketahui di film tersebut, yaitu "DAMPAK NEGATIF TAMBANG BATU BARA DAN PLTU BATU BARA".

*Sedangkan sekarang di Bengkulu sudah berdiri PLTU BATU BARA di teluk sepang*

Hingga akhirnya film "SEXY KILLERS" menjadi tranding topik di seluruh Manca Negara.

Tetapi, sepertinya para penonton tetap saja terfokus ke pengusaha-pengusaha yang terlibat dalam politik 2019, dan mulai membakar dengan isu-isu murahan.

Dengan tulisan ini saya katakan saya tidak seperti itu, saat ini tidak ada yang tahu siapa penguasa dan siapa pengusaha, semuanya sama.
Mereka bukan penentu, tetapi pekerja negara. Yang menentukan itu adalah suara Rakyat Indonesia.

Jika itu tidak baik, sudah saat nya kita sampaikan dan menentang ketidak baikan itu!

Mungkin, film tersebut adalah salah satu cara kita untuk bersatu menentang semua ketidak baikan untuk kita bersama, Rakyat Indonesia.

Menolak lupa "sexy killers"

@m.frengky_wijaya

Komentar

  1. Banyak orang yg mengartikan bahwa film ini dibuat untuk mengajak golput. Apalagi melihat nama-nama yang disebutkan dalam lingkaran setannya tambang di Indonesia. Tapi lebih pada itu justru kita harus lebih melek lagi. Apalagi di Bengkulu tengah dibangun PLTU Teluk Sepang. Konflik seperti yang terjadi di Bali, Madura dll, bukan tidak mungkin akan terjadi juga di Bengkulu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Dalam satu waktu"

"Hidup dan Akibat"