"Hidup dan Akibat"
Cerita Pejalan - Hidup dan Akibat. Kepenatan semakin merajahi. Sementara karya tidak lagi bermunculan. Penaku tetap saja ingin menulis, sebab ia merindu tentang cerita kehidupan. Ada idealisme yang kupertaruhkan pada setiap baris tulisanku. Idealisme sekaligus kesombongan yang tetap terpelihara dan tidak akan pernah padam. Aku harus terus mempunyai karya, sebab jika dalam detiknya tidak memiliki karya hidupku sunggu tidak berguna didalam dunia ini. Penaku terus memaksa untuk menari diatas lembaran kertas yang biasa digunakan untuk menimbulkan karya tulis, dalam hirupan nafas panjang aku berfikir ini adalah konsekuensi yang harus dipertanggung jawabkan. Dengan harapan besar setiap sajak-sajaknya akan mengangkat dan menjunjung tinggi nilai karya anak bangsa. Aku sering kali terjaga setiap mengingat arti hidup, dengan menjadi seorang penulis yang menghabiskan 24 jam waktu hanya untuk menciptakan karya. Tidak ada pekerjaan setiap hari, bagiku rezeki ...