"Garis kehidupan yang telah ditentukan"
Cerita pejalan-Garis kehidupan yang telah ditentukan.
Andre.....
September telah usai, Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang anak kecil tepat nya di Kota Bengkulu, dia seorang penjual makanan keliling,
Namanya Andre, dia berusia 7 tahun dan dia memiliki paras yang amat tampan.
***
Pada tanggal 01 November 2018 saya berkeliling kota menggunakan sepeda motor kesayangan, karena tidak ada tujuan dan waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 saya berhenti di salah satu persimpangan yang ada di Kota Bengkulu.
Simpang lima Kota Bengkulu, saat itu saya juga membawa tripod dan kamera, tiba-tiba datang seorang anak kecil membawa makanan menggunakan panggulan bambu dan mendekat karena dia melihat saya membawa kamera dia ingin foto bersama, sangat ramah anak kecil itu....
Karena tertarik dengan keramahan nya lalu saya juga sedikit berbincang dengannya.
'Apa yang kamu bawa menggunakan panggulan bambu ini dek' dengan ramah dia menjawab 'komplang bang'.
'Usiamu berapa ?' , '7 tahun bang' sambil tersenyum dia menjawab dan memperlihatkan gigi nya yang ompong...
Terus kami berbincang hingga akhir nya kami duduk di pinggiran jalan.
Ternyata Andre ini sudah sejak umur 6 tahun berjualan komplang keliling, itu sangat luar biasa bagi saya.
Andre mulai dari usia 6 tahun dia sudah mencari uang sendiri.
Dia juga anak yatim piatu dan tidak tahu dimana keluarga nya, dia sempat masuk ke salah satu panti asuhan yg ada di Bengkulu. Menurut cerita pemilik panti asuhan ayah dan ibu Andre telah meninggal sejak dia berumur 4 tahun, semenjak anak itu ditinggal oleh ayah dan ibu semenjak itu pula ia masuk panti asuhan.
Entah dengan alasan apa satu tahun dia di panti asuhan dia memutuskan untuk keluar dan menjadi gelandangan di jalan.
Mulai saat itu dia tidak tahu arah harus kemana, dia tidur di pinggiran toko, depan rumah warga dll, dimana dia bisa berteduh disitu dia akan tidur.
Sampai akhir nya dia bertemu seorang bapak-bapak pengusaha makanan di kota Bengkulu, dia mendapat tawaran berjualan keliling, dengan senang hati dia menerima tawaran tersebut.
Sejak itu pula Andre mengais rezeki dengan hasil keringatnya sendiri.
Saat berbincang saya juga bertanya mengenai pendidikan, cita-cita dan keinginan.
Andre sangat ingin sekolah, tetapi apalah daya dengan kehidupan seperti itu dia tidak mampu untuk menduduki bangku pendidikan, 'tinggal aja numpang bang, gimana mau sekolah', dengan wajah yang tersipuh malu dia mengatakannya.
Saya bertanya tentang cita-cita dan keinginan, dengan semangat dia bercerita dan menyampaikan bahwa dia ingin menjadi orang kaya, sangat lucu cara dia menyampaikan....
Dia ingin menjadi orang kaya agar bisa membantu orang-orang yg hidup seperti dia, itu yg dia sampaikan kepada saya.....
Terus berbincang dan akhir nya turun hujan yg sangat deras, lalu kami berteduh dan melanjutkan perbincangan.....
Dia juga sempat berbicara kepada saya bahwa dia tidak ingin dikasihani oleh orang lain, saat itu hujan menjadi saksi turun nya air mata Andre karena dia ingat orang tua dan ingin seperti orang-orang lain pada umum nya, dengan sedikit sungkan saya langsung rangkul dan berkata 'dik, jalan hidup setiap mahkluk tuhan di dunia memang berbeda-beda, kamu harus kuat, yang kuasa selalu bersamamu, Ia selalu melihat dan melindungi umat yang berada dijalan-Nya, dengan keyakinan dan usaha yang telah kamu lakukan akan ada hadiah jalan terbaik yang akan kamu dapatkan, terus berjuang dan kejar keinginan mu dengan kemampuan, yakinlah kamu pasti bisa', berhenti dia menangis dan berkata kepada saya 'terimakasih bang' , dengan kata iya dan senyuman hangat saya menanggapi nya.
Setelah hujan redah dan waktu juga telah menunjukkan pukul 21.00 dia harus pulang untuk setoran hasil jualan, makanan yang dia jual seharga Rp.10.000/bks, hari ini dia menjual sebanyak 10 bungkus dan mendapat uang keuntungan untuk dia sebanyak Rp.5000, berarti dalam satu bungkus dia mendapat Rp.500. Makanan yang tersisah juga masih 20 bungkus lagi, karena saya telah menghabiskan waktu berjualan nya dengan berbincang sejak sore tadi maka saya membeli semua makanan itu dengan harga lebih dari yang seharus nya dia jual, Andre sangat berterimakasih dan disaat itu pula dia berdoa semoga rezeki saya dilancarkan.
Setelah beberapa saat dia pamit pulang saya ingat bahwa saya tadi ingin mengambil foto, tetapi waktu sudah tidak memungkinkan dan rintikan gerimis masih turun lalu saya memutuskan untuk pulang juga kerumah....
Banyak pelajaran yang secara tidak sengaja saya dapatkan pada hari itu, tentang bagaimana keras nya hidup, keras nya suatu usaha dan bagaimana tentang perjalanan hidup yang tidak diinginkan tetapi telah menjadi garis kehidupan seseorang.
Andre juga secara tidak langsung memberikan saya motivasi untuk tidak hidup bergantungan dengan orang lain dan tidak merugikan orang lain, dia rela bangun pagi-pagi yang seharusnya sekolah tetapi malah kerja berjualan keliling demi tidak ingin bergantung dan merugikan orang lain, semangat yang sangat luar biasa dan pelajaran yang sangat luar biasa yang saya dapatkan dari anak kecil itu.
Saya juga berfikir bahwa saat ini saya boleh berbangga karena harta dan rumah orang tua yang saya tempati, tetapi kelak jika tuhan berkehendak lain dan saya berada di posisi Andre apakah saya sehebat dia ?, apakah saya sekuat dia ?, atau mungkin saya mempunyai semangat yang luar biasa seperti dia ?, itu selalu menjadi bahan pemikiran dan motivasi untuk diri saya sendiri.
Saya harap dengan adanya cerita seperti ini di blog cerita pejalan semoga rekan-rekan pembaca mendapat pembelajaran dan pemikiran yang luar biasa tentang sebuah kehidupan..
Terimakasih rekan-rekan cerita pejalan, jangan lewatkan cerita selanjutnya tentang sebuah perjalanan...
Byeee.....
@m.frengky_wijaya

Idk jadi jomplang nyo omm..cuma 5 RB omm😂😂😂
BalasHapus👍👏
BalasHapus👍👍
BalasHapus👏👌
BalasHapus